A. Pengertian Kreatif
A. Pengertian Kreatif
Sekarang hampir setiap orang mulai dari orang awam, pemimpin lembaga
pendidikan, manajer perusahaan sampai dengan pejabat pemerintah berbicara tentang pentingnya kreativitas
dikembangkan di sekolah, dituntut dalam pekerjaan, dan diperlukan untuk
pembangunan. Harus diakui bahwa memang
sukar untuk menentukan satu definisi yang operasional dari kreativitas, karena
kreativitas merupakan konsep yang majemuk dan multi dimensional. Apa yang dimaksud dengan kreativitas? Banyak buku yang membahas kreativitas,
kelompok kami akan menyampaikan beberapa pendapat para ahli tentang
kreativitas.
1. Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta
atau daya cipta. (K B B I)
2.
Kreativitas adalah pengalaman mengekpresikan dan mengaktualisasikan
identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri,
dengan alam, dan dengan orang lain. (Clark Moustatis)
3. Kreativitas merupakan kemampuan
untuk memberi gagasan baru yang menerapkannya dalam pemecahan masalah. (Conny
R. Semiawan).
4. Kreativitas adalah kecenderungan
untuk mengaktualisasikan diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang
dan menjadi matang ,kecenderungan untuk mengekpresikan dan mengaktifkan semua
kemampuan organisme (Rogers).
5. Kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang
sifatnya:
(1)
Baru (novel): inovatif, belum ada sebelumnya, segar, menarik, aneh,
mengejutkan.
(2)
Berguna (useful): lebih enak , lebih praktis, mempermudah, memperlancar,
mendorong, mengembangkan, memdidik, memecahkan masalah, mengurangi hambatan,
mengatasi kesulitan, mendatangkan hasil lebih baik/ banyak.
(3)
Dapat dimengerti (understandable): hasil yang sama dapat
dimengerti dan dapat dibuat di lain waktu. (David Cambell)
Dari beberapa uraian definisi di atas dapat dikemukakan
bahwa kreativitas pada intinya merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan
sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk
cirri-ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam karya baru
maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif
berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
Pengertian kreativitas
menunjukkan ada tiga tekanan kemampuan yaitu yang berkaitan dengan kemampuan untuk mengkombinasikan,
memecahkan/ menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif
(Utami Munandar: 1992)
B. Kreativitas sebagai Multi Kecerdasan
Proses
pemikiran untuk menyelesaikan masalah
secara efektif melibatkan otak kiri atau otak kanan . Pemecahan masalah adalah kombinasi dari
pemikiran logis dan kreatif. Secara
umum, otak kiri memainkan peranan dalam pemrosesan logika, kata-kata,
matematika, dan urutan – yang disebut pembelajaran akademis. Otak kanan
berurusan dengan irama, rima, musik, gambar, dan imajinasi—yang disebut dengan
aktivitas kreatif.
Bagan Proses
Pimikiran Otak
|
Otak Kiri
|
Otak Kanan
|
|
|
Keterangan:
Berpikir Vertikal.
Suatu proses bergerak selangkah demi selangkah
menuju tujuan Anda, seolah-olah Anda sedang menaiki tangga.
Berpikir Lateral. Melihat
permasalahan Anda dari beberapa sudut baru, seolah-olah melompat dari satu tangga
ke tangga lainnya.
Berpikir Kritis. Berlatih atau memasukkan penilaian atau evaluasi yang cermat,
seperti menilai kelayakan suatu gagasan atau produk.
Berpikir Analitis.
Suatu proses memecahkan masalah atau gagasan Anda
menjadi bagian-bagian. Menguji setiap
bagian untuk melihat bagaimana bagian tersebut saling cocok satu sama lain, dan
mengeksplorasi bagaimana bagian-bagian ini dapat dikombinasikan kembali dengan
cara-cara baru.
Berpikir
Strategis. Mengembangkan strategi khusus untuk perencanaan
dan arah operasi-operasi skala besar dengan melihat proyek itu dari semua sudut
yang mungkin.
Berpikir tentang
Hasil. Meninjau tugas dari perspektif solusi yang
dikehendaki.
Berpikir Kreatif.
Berpikir kreatif adalah pemecahan masalah dengan
menggunakan kombinasi dari semua proses.
C. Delapan Kecerdasan
Gardner
Gardner dengan “Teori Multi Kecerdasan” mengatakan bahwa , “ IQ
tidak boleh dianggap sebagai gambaran mutlak, suatu entitas tunggal yang tetap
yang bisa diukur dengan tes menggunakan pensil dan kertas. Ungkapan yang tepat adalah bukan seberapa
cerdas Anda, tetapi bagaimana Anda menjadi cerdas”. (2002: 58)
Setiap orang
memiliki beberapa tipe kecerdasan. Gardner
mendifinisikan kecerdasan adalah
kemampuan untuk memecahkan masalah atau menciptakan suatu produk yang bernilai
dalam satu latar belakang budaya atau lebih.
Dengan kata lain kecerdasan dapat bervariasi menurut konteknya. Dalam bukunya Frames of Mind Gardner
menawarkan delapan jenis kecerdasan
manusia, sebagai berikut:


KinestikTubuh
Linguistik
|
|
Interpersonal Musikal
Kecerdasan Linguistik (Bahasa). Kemampuan membaca, menulis,dan berkomunikasi
dengan kata-kata atau bahasa. Contoh orang yang memiliki kecerdasan linguistic
adalah penuulis, jurnalis, penyair, orator, dan pelawak.
Kecerdasan Logis-Matematis. Kemanpuan
berpikir (bernalar) dan menghitung, berpikir logis dan sistematis. Ini adalah jenis keterampilan yang sangat
dikembangkan pada diri insinyur, ilmuwan, ekomon, akuntan, detektif, dan para
anggota profesi hukum.
Kecerdasan Visual-Spasial. Kemampuan berpikir menggunakan gambar,
memvisualisasikan hasil masa depan.
Membayangkan berbagai hal pada mata pikiran Anda. Orang yang memiliki jenis kecerdasan ini
antara lain para arsitek, seniman, pemahat, pelaut , fotografer, dan perencara
strategis.
Kecerdasan Musikal. Kemampuan menggubah atau mencipta musik,
dapat menyanyi dengan baik, dapat memahami atau memainkan musik, serta menjaga
ritme. Ini adalah bakat yang dimiliki
oleh para musisi, composer, perekayasa rekaman
Kecerdasan Kinestik-Tubuh. Kemampuan menggunakan tubuh Anda secara
terampil untuk memecahkan masalah, menciptakan produk atau mengemukakan gagasan
dan emosi. Kemampuan ini dimiliki oleh para atlet, seniman tari atau akting
atau dalam bidang banguan atau konstruksi.
Kecerdasan Interpersonal (social). Kemampuan bekerja secara efektif dengan
orang lain, berhubungan dengan orang lain dan memperlihatkan empati dan pengertian,
memeperhatikan motivasi dan tujuan mereka. Kecerdasan jenis ini biasanya dimiliki oleh para guru yang baik,
fasilitator, penyembuh, polisi, pemuka agama, dan waralaba.
Kecerdasan Intrapersonal. Kemampuan menganalis-diri dan
merenungkan-diri, mampu merenung dalam kesunyian dan menilai prestasi
seseorang, meninjau perilaku seseorang dan perasaan-perasaan terdalamnya,
membuat rencana dan menyusun tujuan yang hendak dicapai, mengenal benar diri
sendiri. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh para filosof, penyuluh , pembimbing, dan
banyak penampil puncak dalam setiap bidang.
Pada tahun 1996, Gardner memutuskan untuk
menambahkan satu jenis kecerdasan kedelapan (yaitu kecerdasan naturalis), dan
kendatipun banyak pendapat yang menentang, ada godaan untuk menambahkan yang
kesembilan, yaitu kecerdasan spiritual.
Kecerdasan Naturalis. Kemampuan mengenal flora dan fauna, melakukan
pemilahan-pemilahan runtut dalam dunia kealaman, dan menggunakan kemampuan ini
secara produktif- misalnya berburu, bertani, atau melakukan penelitian biologi.
Kecerdasan hanyalah
sehimpunan kemampuan dan keterampilan. Manusia dapat mengembangkan dan
meningkatkan kecerdasan dengan belajar menggunakan kemampuannya secara penuh.
Delapan
kecerdasan yang dimiliki oleh manusia ini mengungkapkan kepada kita bahwa ada
“banyak jendela menuju satu ruangan yang sama” di mana subjek-subjek pelajaran
dapat didekati dari berbagai prespektif.
Dan ketika orang mampu menggunakan
bentuk-bentuk kecerdasan mereka yang paling kuat, mereka akan menemukan bahwa
belajar itu mudah dan menyenangkan.
Sekarang hampir setiap orang mulai dari orang awam, pemimpin lembaga
pendidikan, manajer perusahaan sampai dengan pejabat pemerintah berbicara tentang pentingnya kreativitas
dikembangkan di sekolah, dituntut dalam pekerjaan, dan diperlukan untuk
pembangunan. Harus diakui bahwa memang
sukar untuk menentukan satu definisi yang operasional dari kreativitas, karena
kreativitas merupakan konsep yang majemuk dan multi dimensional. Apa yang dimaksud dengan kreativitas? Banyak buku yang membahas kreativitas,
kelompok kami akan menyampaikan beberapa pendapat para ahli tentang
kreativitas.
1. Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta
atau daya cipta. (K B B I)
2.
Kreativitas adalah pengalaman mengekpresikan dan mengaktualisasikan
identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri,
dengan alam, dan dengan orang lain. (Clark Moustatis)
3. Kreativitas merupakan kemampuan
untuk memberi gagasan baru yang menerapkannya dalam pemecahan masalah. (Conny
R. Semiawan).
4. Kreativitas adalah kecenderungan
untuk mengaktualisasikan diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang
dan menjadi matang ,kecenderungan untuk mengekpresikan dan mengaktifkan semua
kemampuan organisme (Rogers).
5. Kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang
sifatnya:
(1)
Baru (novel): inovatif, belum ada sebelumnya, segar, menarik, aneh,
mengejutkan.
(2)
Berguna (useful): lebih enak , lebih praktis, mempermudah, memperlancar,
mendorong, mengembangkan, memdidik, memecahkan masalah, mengurangi hambatan,
mengatasi kesulitan, mendatangkan hasil lebih baik/ banyak.
(3)
Dapat dimengerti (understandable): hasil yang sama dapat
dimengerti dan dapat dibuat di lain waktu. (David Cambell)
Dari beberapa uraian definisi di atas dapat dikemukakan
bahwa kreativitas pada intinya merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan
sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk
cirri-ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam karya baru
maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif
berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
Pengertian kreativitas
menunjukkan ada tiga tekanan kemampuan yaitu yang berkaitan dengan kemampuan untuk mengkombinasikan,
memecahkan/ menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif
(Utami Munandar: 1992)
B. Kreativitas sebagai Multi Kecerdasan
Proses
pemikiran untuk menyelesaikan masalah
secara efektif melibatkan otak kiri atau otak kanan . Pemecahan masalah adalah kombinasi dari
pemikiran logis dan kreatif. Secara
umum, otak kiri memainkan peranan dalam pemrosesan logika, kata-kata,
matematika, dan urutan – yang disebut pembelajaran akademis. Otak kanan
berurusan dengan irama, rima, musik, gambar, dan imajinasi—yang disebut dengan
aktivitas kreatif.
Bagan Proses
Pimikiran Otak
|
Otak Kiri
|
Otak Kanan
|
|
|
Keterangan:
Berpikir Vertikal.
Suatu proses bergerak selangkah demi selangkah
menuju tujuan Anda, seolah-olah Anda sedang menaiki tangga.
Berpikir Lateral. Melihat
permasalahan Anda dari beberapa sudut baru, seolah-olah melompat dari satu tangga
ke tangga lainnya.
Berpikir Kritis. Berlatih atau memasukkan penilaian atau evaluasi yang cermat,
seperti menilai kelayakan suatu gagasan atau produk.
Berpikir Analitis.
Suatu proses memecahkan masalah atau gagasan Anda
menjadi bagian-bagian. Menguji setiap
bagian untuk melihat bagaimana bagian tersebut saling cocok satu sama lain, dan
mengeksplorasi bagaimana bagian-bagian ini dapat dikombinasikan kembali dengan
cara-cara baru.
Berpikir
Strategis. Mengembangkan strategi khusus untuk perencanaan
dan arah operasi-operasi skala besar dengan melihat proyek itu dari semua sudut
yang mungkin.
Berpikir tentang
Hasil. Meninjau tugas dari perspektif solusi yang
dikehendaki.
Berpikir Kreatif.
Berpikir kreatif adalah pemecahan masalah dengan
menggunakan kombinasi dari semua proses.
C. Delapan Kecerdasan
Gardner
Gardner dengan “Teori Multi Kecerdasan” mengatakan bahwa , “ IQ
tidak boleh dianggap sebagai gambaran mutlak, suatu entitas tunggal yang tetap
yang bisa diukur dengan tes menggunakan pensil dan kertas. Ungkapan yang tepat adalah bukan seberapa
cerdas Anda, tetapi bagaimana Anda menjadi cerdas”. (2002: 58)
Setiap orang
memiliki beberapa tipe kecerdasan. Gardner
mendifinisikan kecerdasan adalah
kemampuan untuk memecahkan masalah atau menciptakan suatu produk yang bernilai
dalam satu latar belakang budaya atau lebih.
Dengan kata lain kecerdasan dapat bervariasi menurut konteknya. Dalam bukunya Frames of Mind Gardner
menawarkan delapan jenis kecerdasan
manusia, sebagai berikut:


KinestikTubuh
Linguistik
|
|
Interpersonal Musikal
Kecerdasan Linguistik (Bahasa). Kemampuan membaca, menulis,dan berkomunikasi
dengan kata-kata atau bahasa. Contoh orang yang memiliki kecerdasan linguistic
adalah penuulis, jurnalis, penyair, orator, dan pelawak.
Kecerdasan Logis-Matematis. Kemanpuan
berpikir (bernalar) dan menghitung, berpikir logis dan sistematis. Ini adalah jenis keterampilan yang sangat
dikembangkan pada diri insinyur, ilmuwan, ekomon, akuntan, detektif, dan para
anggota profesi hukum.
Kecerdasan Visual-Spasial. Kemampuan berpikir menggunakan gambar,
memvisualisasikan hasil masa depan.
Membayangkan berbagai hal pada mata pikiran Anda. Orang yang memiliki jenis kecerdasan ini
antara lain para arsitek, seniman, pemahat, pelaut , fotografer, dan perencara
strategis.
Kecerdasan Musikal. Kemampuan menggubah atau mencipta musik,
dapat menyanyi dengan baik, dapat memahami atau memainkan musik, serta menjaga
ritme. Ini adalah bakat yang dimiliki
oleh para musisi, composer, perekayasa rekaman
Kecerdasan Kinestik-Tubuh. Kemampuan menggunakan tubuh Anda secara
terampil untuk memecahkan masalah, menciptakan produk atau mengemukakan gagasan
dan emosi. Kemampuan ini dimiliki oleh para atlet, seniman tari atau akting
atau dalam bidang banguan atau konstruksi.
Kecerdasan Interpersonal (social). Kemampuan bekerja secara efektif dengan
orang lain, berhubungan dengan orang lain dan memperlihatkan empati dan pengertian,
memeperhatikan motivasi dan tujuan mereka. Kecerdasan jenis ini biasanya dimiliki oleh para guru yang baik,
fasilitator, penyembuh, polisi, pemuka agama, dan waralaba.
Kecerdasan Intrapersonal. Kemampuan menganalis-diri dan
merenungkan-diri, mampu merenung dalam kesunyian dan menilai prestasi
seseorang, meninjau perilaku seseorang dan perasaan-perasaan terdalamnya,
membuat rencana dan menyusun tujuan yang hendak dicapai, mengenal benar diri
sendiri. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh para filosof, penyuluh , pembimbing, dan
banyak penampil puncak dalam setiap bidang.
Pada tahun 1996, Gardner memutuskan untuk
menambahkan satu jenis kecerdasan kedelapan (yaitu kecerdasan naturalis), dan
kendatipun banyak pendapat yang menentang, ada godaan untuk menambahkan yang
kesembilan, yaitu kecerdasan spiritual.
Kecerdasan Naturalis. Kemampuan mengenal flora dan fauna, melakukan
pemilahan-pemilahan runtut dalam dunia kealaman, dan menggunakan kemampuan ini
secara produktif- misalnya berburu, bertani, atau melakukan penelitian biologi.
Kecerdasan hanyalah
sehimpunan kemampuan dan keterampilan. Manusia dapat mengembangkan dan
meningkatkan kecerdasan dengan belajar menggunakan kemampuannya secara penuh.
Delapan
kecerdasan yang dimiliki oleh manusia ini mengungkapkan kepada kita bahwa ada
“banyak jendela menuju satu ruangan yang sama” di mana subjek-subjek pelajaran
dapat didekati dari berbagai prespektif.
Dan ketika orang mampu menggunakan
bentuk-bentuk kecerdasan mereka yang paling kuat, mereka akan menemukan bahwa
belajar itu mudah dan menyenangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar